Rabu, 23 Mei 2018

Menyongsong Generasi Emas Melalui Kreatifitas



SAMARIDA ,KALIMANTAN TIMUR – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRODI) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (UNMUL). Menggelar PAUD FAIR pada tanggal 21 April – 22 April 2018 se- Kota Samarinda. Dalam rangka PAUD FAIR sendiri, sebenarnya ini adalah acara ulang tahun dan naiknya akreditasi Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) ulang tahun yang ke- 10 ini PG PAUD membuat acara yang bertemakan  “Menyongsong Generasi Emas Melalui Kreatifitas”.  Pada kegiatan ini terdapat susunan acara seperi; Talkshow Parenting , dan terdapat berbagai macam perlombaan seperti; lomba membuat alat permainan eduatif (Mahasiswa dan Guru TK ) , menari ( Unjuk bakat anak), fashion show ( Unjuk bakat anak) dan mewarnai & menggambar ( unjuk bakat anak ). Dan prodi paud sendiri membawa mobil pintar saat acara berlangsung di plaza mulya mall. Mobil pintar ini sebenarnya beisi buku atau yang biasa di kenal sebagai perpustakaan keliling. Isi dari perpustakaan keliling ini terdapat buku cerita anak, buku dongeng, dan buku edukasi anak. 
Sebagai Ketua Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini ( PG PAUD ) Dr. budi Rahardjo, M.S. Sangat bangga karena dalam perayaan tersebut bisa memberikan sambutan serta sekaligus meresmikan acara tersebut. Banyak hal yang dilalui untuk terjadinya acara tersebut seperti : menentukan tema apa yang di pakai dalam acara tersebut, pembentukan kepanitiaan dan serta kekoordinasi, pembuatan dan mengajukan proposal untuk menggalang dana, menentukan kapan dan dimana acara tersebut di selenggarakan, serta menentukan konten konten apa saja yang akan di paparkan.
Pada saat talkshow parenting terdapat dua pemateri yaitu : Machnun Uzni. S.I.Kom (Founder Sahabat Miskat Indonesia) dan Ir. Hj. E Komariah Kuncoro, M. A. C. Ed ( Ketua P2PT2A KALTIM) yang bertemakan “Pendidikan Intelektual Vs Pendidikan Karakter Dalam Menghadapi Perkembangan Zaman”. Kegiatan talkshow tersebut diikuti sekitar 200 mahasiswa/mahasiswi. Tujuan dari talkshow ini adalah agar tau pentingnya pendidikan intelektual dan pendidikan karakter bagi lingkungan disekitarnya.
Pada saat lomba membuat APE ( Alat Permainan Edukatif) dimana lomba tersebut diikuti oleh guru-guru TK dan guru-guru PAUD serta para Mahasiswa/Mahasiswi Se-KalTim. Alat permainan edukatif ini nantinya akan digunakan oleh kalangan anak usia dini dalam hal belajar sambil bermain dan untuk mengembangkan aspek-aspek anak tersebut.
Pada saat acara lomba untuk unjuk bakat anak, anak-anak yang mengikuti lomba tersebut sangat mengikutinya dengan nyaman dan banyak dibantu oleh mahasiswa Univesitas Mulawarman maupun Universitas Widyagama. Terlihat sekali antusias masyarakat umum yang menyaksikan perlombaan tersebut. Begitu pula orang tua yang mendampingi anak-anaknya membuat perayaan lomba ini sangat meriah. Saat lomba fashion show banyak sekali baju anak-anak yang modern hingga tradisional. Anak-anak itu berjalan diatas panggung layaknya model untuk menampilkan pakaian yang mereka kenakan, saat lomba mewarnai banyak sekali warna yang dipilih oleh anak-anak meski warna sesungguhnya bukanlah itu. Mewarnai dapat mengembangkan imajinasi daya khayalan anak, saat pentas menari sebenarnya sangat bagus untuk anak-anak itu sendiri jika dikembangkan terus anak-anak akan mendjadi seseorang penari profesional. Sebenarnya fashionshow, menari,  dan mewarnai sanggatlah inovatif karena jika di asah terus-menerus akan menjadi sebuah hasil yang membanggakan seperti : mewarnai& menggambar, anak jika di latih terus menerus akan menjadi seseorang seniman yang hebat dan sangat istimewa.
Fashionshow, anak akan menjadi seseorang model yang senior di masa yang akan datang, tetapi jika anak ingin menjadi seorang model anak harus tau dan sebagai orang tua harus membatasi asupan makanan anak dari dini agar di masanya anak bisa menggapai cita-cita tersebut. Menari, jika anak sudah memiliki talenta bakat menari maka kita sebagai orang tua harus mengembangkan bakat tersebut agar kelak anak akan menjadi seseorang penari yang berbakat.
Banyak hal yang dilalui untuk terjadinya acara tersebut seperti : menentukan tema apa yang di pakai dalam acara tersebut, pembentukan kepanitiaan dan serta kekoordinasi, pembuatan dan mengajukan proposal untuk menggalang dana, menentukan kapan dan dimana acara tersebut di selenggarakan, serta menentukan konten konten apa saja yang akan di paparkan. Namun itu semua tidak menjadi masalah untuk mewujudkan terjadinya acara PAUD FAIR 2018. Karena semua hal tersebut adalah hal yang wajar saat melakukan atau sedang merencanakan suatu perayaan. Tapi tak sedikit dari kalangan para mahasiswa/mahasiswi yang memberikan saran dan kritik. Seperti mahasiswi angkatan 2017 bernama sarah, ia mengakatan “ seaindainya dana yang di dapat memiliki lebih, bagusnya dibuat juga untuk lomba menyanyi agar minat anak untuk mengikuti lomba semakin luas cakupannya. Tetapi lebih seru lagi kalau lomba bernyanyi dilakukan dengan orang tua mereka. Ya saya pikir itu akan menjadi semakin menarik perhatian masyarakat umum untuk mngetahui acara tersebut. Dan sebaiknya siap menerima jika ada anak usia dini yang ingin ikut lomba tersebut meski ia tidak sekolah (umum)” ungkap sarah.




Sumber Bacaan :